PIU Jateng Bekali Pengetahuan Bisnis Penangkar Benih Padi untuk Koperasi Binaan
Dukuhsalam (10/9) – PIU BRMP Jateng menyelenggarakan pembekalan pendampingan penangkaran benih padi kepada 4 Koperasi yang menjadi lokus kegiatannya. Empat koperasi yang ikut adalah Koperasi Langgeng Lumbung Pangan, Koperasi Manfaat Hasil Tani, Koperasi Tumbuh Gemilang Pangan, dan Koperasi Sinergi Hasil Tani, disamping juga 8 Fasilitator Lapang Program ICARE. Aryana Citra Kusumasari, S.Si., M.P. saat membuka pelaksanaan kegiatan memotivasi peserta untuk menggali informasi kebutuhan bisnis penangkarannya nanti. Adapun narasumber kegiatan ini dihadirkan dari BPSB dan Perusahaan perbenihan lokal yang menjadi andalan dalam penangkaran benih padi dan beberapa komoditas lain, sebutnya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Iskandar Agung, S.Pi., M.Si menyampaikan bahwa peluang bisnis penangkaran benih ini sangat baik. Ia menyebutkan bahwa luas lahan pertanaman padi di Kabupaten Brebes mencapai 100.000 hingga 115.000 hektare dengan kebutuhan benih sekitar 30 kg per hektar. Hal ini menunjukkan potensi pasar benih yang sangat besar, tambahnya. Terlebih dalam setahun sudah bisa tanam 2 kali tanam dengan harga per kg saat ini bisa mencapai Rp 35rb, tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan, Nuning Nugrahani, Kepala BRMP Pengelola Hasil dalam kesempatan sambutannya juga menyampaikan bahwa Balainya mempunyai tugas pengelolaan hasil, termasuk pengelolaan varietas padi-padi yang memiliki perlindungan varietas dilakukan lisensi untuk dapat diproduksi dan dijual. Dari yang dilisensi dari jenis hibrida padi bahkan ada beberapa Perusahaan yang sudah memiliki SMM (Standar Manajemen Mutu) sehingga perusahaan tersebut sudah bisa melakukan sertifikasi secara mandiri dan tidak lagi mengandalkan BPSB, jelasnya. Ia juga berbagi pengalamannya dalam melakukan percepatan peminatan petani kentang di Cimenyan dan Pangalengan tahun lalu yang diikuti lebih banyak dari peserta hari ini. Antusiasme peserta saat itu sangat tinggi, bahkan langsung bersedia menandatangani pernyataan untuk menjadi petani penangkar benih.
“Petani-petani kentang ini sudah geram dengan penyakit yang dibawa dari benih impor. Mereka memiliki keinginan untuk beralih menggunakan benih lokal. Setelah menyadari kebutuhan tersebut, petani yang hadir saat itu secara swadaya bersedia menyiapkan screenhouse untuk aklimatisasi planlet kentang yang mereka peroleh sebagai souvenir kit pelatihan,” ungkap Nuning.
Perwakilan dari BPSB Provinsi Jawa Tengah, Pak Joko, yang didaulat untuk menyampaikan materi Pembinaan Administrasi Proses Sertifikasi Benih Padi melakukan praktek pendaftaran perta sebagai calon penangkar benih. Adapun link permohonan dilakukan secara online dengan mengakses Sertifikasi Benih Online Tanaman Pangan (SIN TP) https://hengqcorp.com/bpsb/. Aplikasi SIN TP dari BPSB Jateng ini meliputi permohonan pengajuan produsen dan pengedar benih, pelaporan pemeriksaan pendahuluan, vegetatif, berbunga, menjelang panen, alat prosesing panen, pengambilan contoh benih, uji laboratorium, cetak sertifikat benih dan register label. Lalu dari Produsen Benih Padi CV Saka Buana Pratama Tegal juga menyampaikan beberapa tips dan langkah strategi untuk menyiapkan diri menjadi penangkar.
Dari sejak awal pelaksanaan kegiatan hingga akhir setiap paparan Narasumber beberapa peserta mulai menanyakan kebutuhan-kebutuhan yang penting, seperti diperolehnya rekomendasi sebelum dapat melakukan proses pendaftaran ke sistem SSO pengajuan sertifikasi dan beberapa dokumen lain yang persyaratkan. Hal ini merupakan PR awal yang juga harus dipersiapkan oleh koperasi ataupun peserta yang memiliki kepeminatan sebagai penangkar benih. Sedangkan kehadiran produsen benih dari Tegal yang berdekatan dengan Brebes diharapkan dapat membuka peluang kerja sama penangkaran benih yang lebih efisien dari sisi biaya logistik dan okupasi dibandingkan bermitra dengan daerah yang lebih jauh, jelas Aryana menutup pelaksanaan kegiatan.